Kerajaan Mataram Hindu

Kerajaan Mataram ini berdiri di Jawa Tengah, rajanya bernama Sana. Beliau mempunyai kemenankan yang bernama Sanjaya anak dari Sanaha (Saudara perempuan dari Raja Sana). Setelah raja Sana wafat diganti oleh Sanjaya tersebut. Raja Sanjaya adalah seorang raja yang adil dan bijaksana, lagi pula pemurah. Sehingga rakyatnya hidup makmur dan tentram. Ibu kota kerajaan Mataram di Medang Kamulan. Menurut prasasti Kedu Raja Sanjaya bergelar Rakai Mataram sang Ratu Sanjaya.

Menurut prasasti Kedu pula tahun 907, tertulislah daftar raja-raja Mataram yaitu :

1.       Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya

2.       Sri Maharaja Rakai Panakaran

3.       Sri Maharaja Rakai Panunggalan

4.       Sri Maharaja Rakai Warak

5.       Sri Maharaja Rakai Gunung

6.       Sri Maharaja Rakai Pikatan

7.       Sri Maharaja Rakai Kayuwangi

8.       Sri Maharaja Rakai Watukumalang

9.       Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung

Raja tersebut diatas memerintah di Jawa Tengah sampai abad 10 M. Sejak tahun 778 di Mataram Jawa Tengah ini telah berkembang kekuasaan pemerintahan baru ialah keluarga raja Syailendra yang beragama Budha. Menurut prasasti Kalasan, raja Panakaran disebut juga Syailendra Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panakaran. Jadi Panakaran dan raja-raja keturunan Sanjaya adalah keluarga Syailendra.

Setelah Panakaran di Jawa tengah kekuasaan Sylendra pecah menjadi dua. Jawa Tengah bagian selatan untuk keluarga Syailendra yang beragama Budha. Sedang Jawa tengah bagian Utara dan sekitar Dieng untuk keluarga Syailendra yang beragama Hindu. Jadi kerajaan Mataram berbentuk dua yaitu Indonesia Budha dan Indonesia Hindu. Raja-raja yang beragama Budha ialah Bhanu Wisnu yang bergelar Sri Dharma Tungga Indra bergelar Sri Sangga-madananjaya Smaratungga dan Balaputradewa. Mereka memerintah pada tahun 750-800. Pada waktu itu dibangunkanlah candi-candi Kalasan, Sewu, Pawon, Sari, Borobudur, dan Mendut.

Diantara candi-candi itu candi Borobudurlah yang merupakan candi yang besar dan megah, yang baru selesai dipugar pada tahun yang lalu 1978. Raja-raja yang beragama Hindu membangun candi Sewu dan candi Prambanan (candi Lorojongkrang), yang merupakan candi untuk kebaktian kepada Dewa Shiwa Mahakala, Syiwa Mahaguru, Batari Durgha (Lorojongkrang isteri Syiwa), dan Ganesya (putera Dewa Syiwa).

Ketiganya dilukiskan dalam bentuk patung yang megah. Di samping itu pada candi Prambanan terdapat pula relief ceritera Ramayana. Di bawah pemerintah Rakai Pikatan, Mataram dibangun dan di perluas wilayah kekuasaanya meliputi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Raja Mataram yang terkenal ialah Balitung yang bergelar Rakai Watukura. Pemerintahannya berlangsung tahun 898-910. Wilayah kekuasaannya meliputi daerah-daerah Jawa Timur terutama daerah lembah sungai Brantas yang sangat subur dan sangat baik untuk pelayaran dan perdagangan.

Kerajaan pada waktu itu menjadi semakin penting kedudukannya. Dan akhirnya pada sekitar tahun 925 pusat ibukota kerajaan dipindahkan ke daerah Jawa Timur di daerah subur sungai Brantas dengan Empu Sendok sebagai raja pertama dan bergelar Sri Isyana (929-947)

About these ads

Tentang apachemask

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Tulisan ini dipublikasikan di Sejarah dan tag . Tandai permalink.