Teori Alam

HARI AKHIR MENURUT TEORI ILMU ALAM
06 Januari 2010 ditulis oleh:(apachemask)
Setiap orang yang beriman (mukmin) meyakini akan datangnya hari akhir /kiamat. Datangnya haari tersebut, tidak seorang manusiapun mengetahuinya, karena hal itu adalah Rahasia Allah SWT. Namun demikian manusia dengan akal pikirannya dapat mengingat-ingat tanda-tanda hari kiamat yang dijelaskan oleh Allah dan dapat membaca fenomena alam serta membuktikannya melalui teori ilmu alam diantaranya sebagai  berikut :
  1. Menurut astronomi, bumi yang kita diami ini, begitu pula planet-planet lain dari tata surya, beredar di angkasa mengelilingi matahari. Peredaran itu berjalan rapi tanpa terjadi benturan, itu tiada lain karena diatur dengan sempurana oleh Maha Pencipta. Sunatullah berupa daya tarik menarik antara bumi dan matahari maupun dengan planet-planet lain dengan perimbangan yang serasi. Namun menurut ilmu alam, daya tarik menarik itu tidaklah selamanya utuh, kian lama kian surut pada akhirnya akan habis sama sekali. Maka dapat dibayangkan apa yang terjadi andaikata pada suatu saat keseimbangan daya tarik menarik itu telah tiada lagi, maka bumi kita ini akan bertubrukan dengan planet-planet lain, atau meluncur dengan kecepatan maha dashyat menubruk matahari. Kejadian itu dapat menjadikan semua yang ada dibumi ini akan hancur lebur sebgaimana dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an, surat Al-Qariah.
  2. Menurut geologi, bahwa bumi ini terjadi dari semacam gas panas (nebula). Dalam waktu jutaan tahun gas panas itu makin lama makin dingin, sehingga akhirnya membeku dan menjadi zat padat seperti yang terjadi pada kulit bumi. Tetapi dalam perut bumi yang besar itu masih tersimpan gas-gas panas yang menurut sifatnya berkembang dan mendesak kearah luar dan kulit bumi tidak meletus karena hanya ada tekana udara atau atsmosfir dari luar, hingga tekanan dari dalam dan tekanan dari luar seimbang adanya. Suatu saat terjadi tekanan gas panas dari dalam bumi sehingga terjadilah letusan gunung dan gempa . setiap benda panas lama-lama akan menjadi dingin, demikian juga gas yang ada di perut bumi lambat laun akan cair dan beku, serta tekanannya akan berkurang, bahkan lenyap sama sekali. Peristiwa tersebut menyebabkan bumi ini pecah oleh tekanan atsmosfir dari luar, tak ubahnya bagaikan telur diremas oleh tangan yang kuat, hingga isinya terpencar berhamburan, sebagaimana telah digambarkan dalam Al-Qur’an surat Al-ZalZalah.

Sikap Kerja Keras

Sikap kerja keras atau yang lebih dikenal dengan nama etos kerja untuk kerja keras adalah sikap yang mendasar terhadap diri dan lingkungan yang terpencar dalam prilaku kehidupan. Selain etos kerja dapat juga berarti sejumlah nilai-nilai yang dijadikan acuan oleh seseorang dalam menggerakan dirinya dalam berhadpan dengan lingkungan sosial dimana ia berada. Dengan demikan terdapat etos kerja yang kurang mendukung kemajuan seseorang, dan ada pula etos kerja yang mendukung seseorang, seperti sikap kerja keras.

Kerja di dalam bahasa Arab disebut dengan kata ‘amala dan yang seakar dengan kata tersebut. Menurut penelitan Muhammad Abdul Baqi, bahwa didalam Al-Qur’an kata-kata yang berarti bekerja diulang sebanyak 412 kali dan seringkali dihubungkan dengan sifat pekerjaan itu, yakni pekerjaan yang salih, yaitu pekerjaan yang membawa kebaikan baik bagi pelakunya sendiri maupun bagi orang lain. Kebaikan (salihat) tersebut dapat berupa perbaikan tarap kehidupan ekonomi, kehidupan mental spiritual, kesehatan, pendidikan dan yang lainnya. Atau ringkasannya berupa pekerjaan yang membawa kebaikan hidup didunia maupun nanti diakhirat.

Disebutkan masalah kerja yang demikian banyak dalam Al-Qur’an itu menunjukkan bahwa masalah kerja sangat penting dalam kehidupan seseorang, dan lebih khusus lagi kerja yang menghasilkan sesuatu yang dapat mendukung perbaikan  hidup dalam segala bidang, yaitu kerja yang menghasilkan sesuatu yang berharga.

Allah telah memberikan alam dengan segala isinya kepada manusia dan untuk mendapatkan manfaat dari alam itu, manusia harus berusaha dan bekerja. (apachemask)

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di Ilmu Pengetahuan Sosial dan tag , . Tandai permalink.