Bentuk Perkawinan Yang Dibatalkan Islam

Perkawinan yang dibatalkan Islam yaitu :

  1. 1. Pergundikan

Pergundikan selama dilakukan secara tersembunyi, masyarakat menganggap tidak apa-apa, tetapi kalu dilakukan terang-terangan dianggap tercela.

Perkawinan semacam ini tersebut dalam firman Allah :

ﻮَﻻَ ﻤُﺘَّﺤِﺫَﺍﺖِ ﺍَﺧْﺫَﺍﻥٍ

“Dan bukan perempuan-perempuan yang mengambil upah (gundik).”

  1. Tukar Menukar Istri.

Seorang laki-laki mengatakan kepada temannya : Ambilah istriku dan kuambil istrimu dengan kutambah sekian.

Daraquthny meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah dengan sanad yang sangat lemah menerangkan bahwa “Aisyah menyebutkan bentuk perkawinan lain, selain yang dari dua macam tersebut di atas. Katanya : Perkawinan di jaman Jahiliyah itu ada empat macam :

a)    Perkawinan Pinang

Seorang laki-laki meminang melalui seseorang laki-laki yang menjadi wali atau anak perempuannya sendiri, lalu ia berikan maharnya, kemudian menikahinya.

b)   Perkawinan Pinjam (Gadai)

Seorang suami berkata kepada istrinya sesudah ia bersih dari haidnya : “Pergilah kepada Fulan untuk berkumpuk dengannya.” Sedangkan suaminya sendiri berpisah dari padanya sampai ternyata istrinya hamil. Sesudah ternyata hamil, suaminya dapat pula mengumpulinya, jika ia suka.

c) Sejumlah orang-orang laki ( di bawah 10 orang )secara bersama-sama mengumpuli seorang perempuan.

Jika nantinya ia hamil dan melahirkan setelah berlalu beberapa malam ia kirimkan anak itu kepada salah seorang di antara mereka, dan ia tidak dapat menolaknya, sampai nanti mereka berkumpul dirumah wanita tersebut, dan wanita itu lalu berkata kepada mereka :

“Kalian telah tahu masalahnya Saya telah melahirkan anak ini. Dan hai Fulan, anak ini adalah anakmu”, ia sebut nama laki-laki yang ia cintai, lalu anaknya itu dinisbatkan kepadanya. Dan laki-laki yang disebutnya itu tidak dapat menolaknya.

d) Perempuan-perempuan yang tidak menolak untuk digauli oleh banyak laki-laki.

Mereka disebut pelacur. Di depan rumah-rumah mereka dipasang bendera. Siapa yang mau boleh masuk. Bila salah seorang diantaranya ada hamil, semua laki-laki yang pernah datang kepadanya berkumpul dan memanggil seorang dukun ahli firasat untuk meneliti anak siapa dia, lalu diberikanlah kepada laki-laki yang serupa dengannya dan tidak boleh menolak.

Sesudah Nabi Muhammad SAW. Menjadi Rosul, semua bentuk perkawinan tersebut dihapuskan, kecuali kawin pinang saja.

Perkawinan yang masih tetap dilaksanakan oleh Islam ini hanya sah, bila mana rukun-rukunya seperti ijab qabul dan kehadiran para saksi dipenuhi. Dengan terpenuhinya rukun-rukunya, maka aqad yang menghalalkan suami istri hidup bersenang-senang sebagaimana ditentukan Islam menjadi sah. Dan selanjutnya masing-masing istri punya tanggung jawab dan hak-hak yang lazim.

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan Agama Islam dan tag . Tandai permalink.