95 Rumah di Desa Pamoyanan Amblas

PURWAKARTA – Sebanyak 95 rumah di Desa Pamoyanan, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta amblas. Bahkan, 60 rumah di antaranya rusak dan semua penghuninya harus mengungsi ke tempat aman.

Kondisi tersebut akibat pergerakan tanah di lokasi perkampungan yang berada di lereng Tebing Miun.

Data di Posko Darurat, Rabu (31/3/2010), menyebutkan, 95 rumah tersebut tersebar di tujuh kampung, masing-masing di Kampung Pasir Peuteuy, Cibinong, Cikidang, Cibadak, Cisalada, Cipariuk, serta Babakan.

Dari semua lokasi itu, situasi di Kampung Cibadak paling memprihatinkan karena terisolasi setelah, akses jalan menuju perkampungan terputus akibat adanya retakan yang cukup menganga.

Berdasarkan pantauan, rumah-rumah warga itu amblas sedalam 20-40 sentimeter, serta bergeser dari posisi semula. Beberapa rumah terlihat miring dan nyaris ambruk. Apalagi tiang penyangganya sudah dalam keadaan patah.

Sangatlah beralasan bilamana banyak warga yang meninggalkan rumah. Sebab kondisi bangunan seperti itu bisa mengancam keselamatan jiwa.

Kades Pamoyanan Endang mengatakan, pergerakan tanah di desanya sudah terjadi sejak Kamis 25 Maret, lalu. Namun sejak Selasa malam, gerakan tanah kembali terjadi yang membuat panik seisi kampung.

Sejauh ini pihaknya sudah mengantisipasi agar semua warga yang berada di zona rawan mengungsi ke tempat aman.

“Sebenarnya, gerakan tanah tadi sempat menimbulkan longsor di beberapa titik. Untungnya, longsoran tidak mengenai rumah, hanya sawah seluas 40 hektare rusak, dan jalan terputus,” kata Endang.

Berkiatan dengan retakan, terangnya, bentangannya semakin parah. Tadinya, lebar retakan hanya 10 sentimeter, tapi sekarang mencapai 20-30 sentimeter. Sehingga menurutnya, sangat pantas bilamana tujuh kampung itu masuk kedalam zona merah kerawanan gerakan tanah.

Ditanya soal penanganan bencana alam Pemkab Purwakarta, Endang menjawab, sampai hari ini baru sebatas pemberian bantuan sembako. Sejauh ini belum ada penanganan, termasuk memberikan solusi atas kondisi yang sedang mengancam.

Sementara itu, sepanjang hari kemarin pihak Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) berusaha menembus medan berat menuju Desa Cikao Bandung. Dengan menggunakan tiga unit kendaraan Land Rover, mereka berusaha menyalurkan bantuan berupa mie instan.

Wakil Ketua Perbakin Purwakarta Wahyudin Effendy mengungkapkan, penyaluran bantuan tidak mungkin menggunakan kendaraan kecil. Sebab, jalur yang dilalui terbilang cukup berat. Bahkan, satu kendaraan berkali-kali mogok lantaran harus melewati trek menanjak.

“Jika dilihat dari materi bantuan ini sangatlah kecil. Tapi kita berusaha untuk peduli, meskipun jalan yang dilalui cukup berat. Alhamdulillah, bantuan yang kami galang dari pengurus bisa tersalurkan,” ungkap Wahyudin.
(Asep Supiandi/Koran SI/lam)

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di Campur dan tag . Tandai permalink.