Pelindo Bantah Kucurkan Rp11 Miliar ke Satpol PP

JAKARTA – PT Pelindo II membantah mengucurkan uang Rp11 miliar kepada aparat Satpol PP untuk mengeksekusi makam Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias Mbah Priok.

“Pelindo tidak mungkin mengeluarkan uang Rp11 miliar,” tegas Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino saat dikonfirmasi okezone, Sabtu (17/4/2010).

Lino menjelaskan, penyelesaian sengketa lahan sebenarnya sudah rampung pada tahun 1977. Kemudian, pada tahun 1999 Pelindo melapor ke Pemda DKI mengenai lahan mereka yang dipakai. “Akhirnya September 2009, Gubernur DKI mengeluarkan instruksi penerbitan lahan dan baru akan dieksekusi, Rabu, 14 April lalu,” tandasnya.

Isu gelontoran dana Rp11 miliar ini tiba-tiba mengemuka dalam sidang paripurna DPRD DKI kemarin. Gubernur DKI Fauzi Bowo pun mengaku baru mengetahui kabar tersebut dan akan menelusurinya.

“Biaya dari Pelindo yang mencapai Rp11 miliar, kami baru mendengar hal itu dan kami akan menelusuri darimana asalnya dan untuk siapa. Kita akan investigasi,” ujarnya.

Bentrok Koja, Tanjung Priok dipicu aksi warga dan ahli waris menentang rencana pembongkaran areal makam seluas 145,2 hektar di Jalan Dobo, Jakarta Utara. Ahli waris protes lantaran mereka mengklaim kepemilikan tanah di lokasi tersebut dengan mendasarkan pada Eigendom Verponding no 4341 dan No 1780 di lahan seluas 5, 4 Ha.

Namun Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 5 Juni 2002 telah memutuskan tanah tersebut secara sah adalah milik PT Pelindo II. Merasa berhak atas lahan tersebut, Pelindo kemudian meminta bantuan Pemprov DKI untuk mengeksekusi lahan.

Dalam mediasi di Komnas HAM, Pelindo diminta menyelesaikan master plan makam Mbah Priok hingga 30 April. Setelah itu, tim pengawas kasus ini kemudian mengkajinya dan melakukan pertemuan lanjutan pada 4 Juni mendatang. (frd)(hri)

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di Hukum Dan Kriminal dan tag . Tandai permalink.