Lahan Kritis Tersebar di 23 Kecamatan

Rabu, 28/04/2010 – 04:14

MAJALENGKA, Jumlah lahan kritis di luar kawasan hutan yang tersebar di 23 wilayah kecamatan di Kabupaten Majalengka mencapai 26.000 hektare (ha). Jumlah itu termasuk lahan tidur yang tidak memiliki nilai produktif. Di antaranya terdapat di Kecamatan Argapura, Maja, Banjaran, Bantarujeg, Talaga, dan Cingambul. Kondisi lahan di kecamatan itu sudah gundul dan gersang.

Ketua Gabungan Kelompok Tani Dukungan Ekosistem Lingkungan Masyarakat (Gapoktan Delima), Asep Solihin mengatakan, lewat program CSR kini akan dilakukan penghijuan di lahan kritis dan lahan tidur seluas 26.000 hektare secara terus-menerus dalam jangka waktu 3 hingga 10 tahun dengan menanam pohon kayu hutan produksi. ”Sekarang ini banyak areal hutan yang gundul akibat eksploitasi lahan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan,” ucap Asep.

Sasaran dari kegiatan tersebut, menurut dia, untuk memulihkan lahan kritis dan membangun lahan tidur. Dengan begitu, bisa mencegah terjadinya bancana alam, sekaligus mampu mendorong roda perekonomian masyarakat dan penghasilan daerah melalui keuntungan hasil pengolahan alam. ”Kegiatan ini menjadi momentum untuk menguatkan konsep asas hutan lestari,” katanya.

Sementara itu Administratur Perum Perhutani KPH Majalengka, Tri Esti Kurnia Kadarwati, mengatakan, sejalan dengan upaya memulihkan kondisi alam tersebut, pihaknya menggulirkan program usaha pengembangan hutan rakyat. ”Program ini bukan projek atau hibah, tetapi ada perjanjian kerja sama dengan pemilik lahan secara berkelanjutan,” katanya.

Pada acara tersebut dilakukan menanam pohon sengon laut bersama masyarakat dan sejumlah murid dari SDN Haurgeulis yang lokasinya tidak jauh dari sekolah tersebut. (Sumber PR)***

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di Campur dan tag . Tandai permalink.