Gunakan ACT untuk Kontrol Tingkat Asma Anda!

SELAIN oleh Anda, kontrol asma dapat dilakukan secara rutin oleh orang-orang di sekitar Anda. Sama artinya jika asma Anda terkontrol, maka beban asma itu turut mereka rasakan.

Beban asma yang harus ditanggung, biasanya meliputi beban secara langsung (perawatan medis, pengobatan, tindakan medis) maupun tidak langsung (waktu, produktivitas, kecemasan, dan sebagainya). Karena itu, untuk hidup lebih berkualitas, penting bagi Anda untuk mengontrol asma.

Kini, sudah ada tool untuk mengontrol asma dengan cara mudah, efektif, dan efisien yang dikeluarkan oleh Dewan Asma Indonesia (DAI), yaitu Asthma Control Test (ACT). ACT merupakan media yang dapat dimanfaatkan penyandang asma untuk mengetahui tingkat atau skor asmanya.

ACT adalah kuisioner berisi lima pertanyaan tentang kondisi asma selama 4 minggu terakhir yang harus diisi oleh penyandang asma, seperti seberapa sering penyakit asma mengganggu aktivitas Anda dalam melakukan pekerjaan sehari-hari, seberapa sering Anda mengalami sesak nafas, seberapa sering gejala-gejala asma (bengek, batuk-batuk, sesak napas, nyeri dada atau rasa tertekan di dada) menyebabkan Anda terbangun di malam hari atau lebih awal dari biasanya, seberapa sering Anda menggunakan obat semprot darurat/nebulizer (tablet/sirup) atau obat oral untuk melegakan pernapasan, dan bagaimana penilaian penyandang asma terhadap tingkat kontrol asmanya dalam 4 minggu terakhir.

Masing-masing pertanyaan diberi skor 1-5 sesuai kondisi riil pasien. Dan berdasarkan perhitungan akumulatif, skor tersebut menggambarkan kondisi terkontrol tidaknya asma pasien; skor < 20 (asma Anda tidak terkontrol), skor 20-24 (tingkat kontrol asma Anda baik), dan skor 25 (asma Anda terkontrol sepenuhnya).

Berdasarkan Global for Asthma Management and Prevention GINA-Global Initiative for Asthma (2009), seorang penyandang asma dikatakan terkontrol apabila memiliki enam kriteria, di antaranya:

1. Tidak atau jarang mengalami gejala asma (maksimal 2 kali seminggu).
2. Bebas dari hambatan aktivitas.
3. Tidak pernah terbangun di malam hari karena asma.
4. Tidak pernah atau jarang menggunakan obat pelega (maksimal 2 kali seminggu).
5. Hasil tes fungsi paru-paru normal atau mendekati normal.
6. Tidak pernah atau jarang mengalami serangan asma
7. Tidak ada kunjungan ke Unit Gawat Darurat (UGD).

“Tujuan pengobatan adalah asma yang terkontrol. Kondisi ini mungkin tercapai jika dokter dan pasien memiliki kesamaan tujuan penatalaksanaan asma di mana sasarannya nilai ACT maksimal 25 serta ketaatan dan disiplin dalam melaksanakan pengobatan,” kata Prof dr Faisal Yunus PhD Sp(K) dalam paparannya di media gathering bertajuk “ACT Now: Kontrol Asmamu!” di Akmani Hotel, Jakarta, Selasa (4/5/2010).

Untuk menggaungkan kampanye kontrol asma dan Hari Asma Dunia yang dirayakan serentak di seluruh negara tiap Selasa pertama bulan Mei, Yayasan Asma Indonesia bekerja sama dengan Dewan Asma Indonesia dan didukung oleh GlaxoSmithKline Indonesia mengadakan serangkaian kegiatan. Puncaknya adalah Senam Asma Indonesia dan parade penerbangan layang-layang sebagai simbol penyandang asma yang dapat melakukan segala aktivitas dengan bebas asalkan mengontrol asma. Rencananya, acara bakal digelar secara massal pada Minggu, 9 Mei 2010 di Barat Daya, Silang Monas, Jakarta.

“Yayasan Asma Indonesia merupakan LSM yang memiliki cabang terbesar di seluruh Indonesia di mana di bawahnya terdapat Klub Asma. Tujuan Yayasan Asma Indonesia adalah mendukung dalam mempertahankan asma yang terkontrol, salah satunya adalah kegiatan Senam Asma Indonesia,” jelas Dra Retno R Raman selaku Ketua Umum Yayasan Asma Indonesia.

“Sesuai dengan tema Hari Asma Dunia tahun 2010, yaitu ‘You Can Control Your Asthma’, GlaxoSmithKline Indonesia berinisiatif dalam upaya memberikan informasi asma yang tepat dengan meluncurkan kampanye ACT Now: Kontrol Asmamu! dan website http://www.bebas-asma.com,” tambah Dr Royke selalu Medical Manager GlaxoSmithKline Indonesia.

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di Campur dan tag . Tandai permalink.