Usulan Gedung Baru Rugikan Citra DPR

JAKARTA – Rencana pembangunan gedung baru DPR senilai Rp1,8 triliun terus menuai kritik. Rencana ini juga dinilai dapat menjatuhkan citra DPR di mata masyarakat.

Rencana itu menjadi kontraproduktif dengan upaya DPR mengembalikan kepercayaan masyarakat. “Akan kembali muncul pandangan DPR tidak peka dengan kondisi masyarakat,” ujar anggota Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat di Jakarta, Kamis (6/5/2010).

Padahal, kata Martin, DPR selama sejak sekitar enam bulan lalu telah melakukan upaya-upaya untuk memperbaiki kinerjanya, misalnya dalam bidang pengawasan mulai dari kasus Bank Century dan pajak.

Bahkan, dia percaya, masyarakat mulai menaruh harapan terhadap DPR. Ibaratnya, DPR belakangan ini sudah mengalami perubahan dan memperlihatkan ‘tajinya’.

“Tetapi, secara tiba-tiba muncul usulan pembangunan gedung yang biayanya sangat besar. Citra DPR akan kembali berbalik,” tandas Martin.

Dia sendiri mengaku terkejut dengan rencana anggaran pembangunan sebesar Rp1,8 triliun itu. “Terus terang saya tidak tahu. Kalau ingin membangun gedung, ya tidak ada-apa, tetapi biayanya jangan terlalu besar,” ujarnya.

Martin juga mempertanyakan sikap eksekutif yang begitu mudah menyepakati anggaran Rp250 miliar untuk pembangunan tahap pertama gedung baru.

Dia mencurigai adanya ‘pembusukan’ terhadap DPR. Sebab, masyarakat melihat DPR sudah terkoopetasi dengan pembangunan ruangan kerja anggota DPR yang terlalu mahal.

Peran pengawasan DPR terhadap pemerintah dalam penggunaan anggaran untuk infrastruktur, dikhawatirkannya menjadi lemah.

“Saya khwatir DPR sengaja dibiarkan untuk dibusukan dari dalam agar tajinya tidak terlalu tajam dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap pemerintah,” tutur anggota Komisi III DPR ini.

Martin menganggap hal wajar apabila publik terus menerus mempertanyakan usulan pembanguan gedung baru itu.
(Adam Prawira/Koran SI/ded)

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di Hukum Dan Kriminal dan tag . Tandai permalink.