IMAN KEPADA ALLAH SWT

A. Pengertian Iman Kepada Allah SWT

Apabila kita mengamati benda-benda disekitar kita, seperti air, udara, tumbuh-tumbuhan, hewan serta benda-benda lainnya diluaar angkasa, seperti matahari, bulan, bintang dan planet-planet lainnya yang bergerak secara teratur, tentu akan terlintas dalam pikiran bahwa benda-benda tersebut pasti ada yang menciptakan dan mengaturnya dengan rapi.

Sebagai ummat Islam kita meyakini bahwa yang menciptakan dan mengatur semua itu adalah Allah SWT, yaitu Dzat yang Maha Pencipta dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Keyakinan kita itulah yang dinamakan Iman. Dengan kata lain, iman kepada Allah artinya meyakini dengan sesungguh hati bahwa Allah itu ada dengan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Iman kepada Allah itu mengandung tiga unsur, yaitu meyakini dalam hati, mengikrarkan dengan lisan, dan membuktikan dengan amal perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga unsur tersebut pada hakikatnya merupakan satu kesatuan yang hidup dan tumbuh didalam diri setiap muslim sehingga orang tersebut dikatakan mu’min, artinya orang beriman. Dalam kaitan ini, Allah SWT, berfirman dalam surah An-Nisa ayat 136 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا بَعِيدًا :١٣٦

Artinya :

“Hai Orang –orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Baarangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kiatab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”( An-Nisa /4:136 ).

Memelihara iman ibarat memelihara tanaman. Tanaman akan tumbuh  dengan subur apabila disiram dan dipupuk. Sudah barang tentu memupuk iman dan tanaman berbeda satu dengan yang lain.

Memupuk dan mengembangkan iman dapat dilakukan dengan cara memperbanyak amal kebajikan. Dengan cara demikian, iman akan terus bertambah dan meningkat semakin kuat.

Meyakini adanya Allah sebagai kekuatan yang serba maha sebenarnya merupakan naluri kemanusiaan. Sejak zaman yang paling primitive sekalipun, tetap saja manusia membutuhkan adanya kekuatan lain yang menjadi sebab lahirnya alam dan segala isinya karena tidak mungkin ala mini ada dengan sendirinya. Atas dasar itu, beriman kepada Allah merupakan kewajiban sekaligus hak asasi setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan Agama Islam dan tag . Tandai permalink.