6. Wahdaaniyah (Maha Esa)

Allah bersifat wahdaaniyah, artinya Allah Maha Esa. Keesaan Allah itu mutlak, baik dalam dzat, sifat maupun perbuatan. Esa dzat, artinya Allah satu tidak terdiri atas unsur-unsur maupun elemen. Esa sifat, artinya bahwa semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah, tidak dapat dipersamakan dengan sifat-sifat yang ada pada makhluk. Dia Esa dengan segala kesempurnaan-Nya, terhindar dari kelemahan dan kekurangan.

Esa perbuatan, artinya bahwa Allah SWT adalah satu-satunya yang Maha Pencipta, mengatur,menguasai, dan memelihara. Perbuatan-Nya tidak dicampuri oleh siapa pun juga. Kejadian alam jagat raya dan seluruh isinya diciptakan atas kehendak Allah sendiri, perbuatan-Nya sendiri dan tidak dicampur tangan dan kekuasaan yang lain.

Firman Allah dalam Al-Qu’an surah Al-Ikhlas ayat 1-4

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١)اللَّهُ الصَّمَدُ (٢)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (٣)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ :٤

Artinya :

“katakanlah : Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia” (Al-Ikhlas/112:1-4)

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan Agama Islam dan tag . Tandai permalink.