BARCELONA, SPANYOL

Didirikan pada tahun 230 sebelum masehi

Di dalam wilayah otonom Spanyol yang disebut Katalonia, Barcelona, yakni ibukotanya, berperan sebagai galeri hidup dari arsitektur dan dekorasi bergaya modernis dan Art Nouveau (Seni Baru). Kuil-kuil dan bangunan karya arsitek Antonio Gaudi, gereja-gereja abad pertengahan, sisa-sisa tembok Romawi dan plaza-plaza serta tempat orang berjalan-jalan semua memberikan suasana yang istimewa. Disebut “Parisnya Spanyol” oleh Hans Christian Andersen atas kecantikan dan warisan budayanya yang kaya, Barcelona telah mendapatkan kembali kejayaannya melalui status otonominya yang terbaru serta diterimanya kebudayaan Katalonia di dalam wilayah Kerajaan Spanyol.

Barcelona menghadap laut Mediterania ke arah tenggara, tetapi dikatakan seakan-akan telah “melarikan diri dari laut” karena arsitekturnya tidak terpusat kepada pelabuhannya yang terkemuka. Dataran rendah kota ini dibatasi oleh Rio Besos, Rio Liobregal dan pegunungan yang setengah mengelilinginya.

Sejak permulaannya sebagai pelabuhan dagang orang Punisia dan Kartagena, kota Barcelona berkembang menjadi sebuah pusat keagamaan selama pendudukan Visigothic yang berlangsung dari abad ke 3 hingga abad ke 6. Setelah kota ini diambil alih dari orang Visighot oleh pasukan Moor Islam pada tahun 717 M, lalu oleh orang Frank Carolingian pada tahun 801, dan pasukan al-Mansur dari Kekhalifahan Ummayyah pada tahun 985, para bangsawan kota menyusun kekuatan mereka dan menyatukan Katalonia dengan Aragon, menjadikan Barcelona kembali sebagai kota dagang yang istimewa.

    Barcelona kehilangan sebagian kekuatannya ketika Napoli menjadi ibukota kerajaan Katalan-Aragon pada tahun 1442, dan kembali jauh bersama kebangkitan Turki Ottoman di wilayah Mediterania. Pangeran Charles III dari Austria diizinkan mendirikan sebuah pengadilan di Barcelona pada tahun 1705, setelah Perang penerus Spanyol mendudukkan dia di atas singgasana Spanyol. Barcelona kemudian mengalami sebuah priode kemakmuran baru bersama dikembangkannya industri katun setelah Philip V dari Spanyol sekali lagi merebut kota itu di tahun 1714.

Setelah Kematian Hitam (penyakit menular) mewabah di abad ke 14 dan 15, pemerintah represif dari Philip V dan para penerusnya, serta Napoleon di abad ke 19, kota itu harus menangani pergulatan internal di abad ke 20. Ketika perang Sipil Spanyol pecah di tahun 1936, Republik Catalan menyerah kepada Spanyol.

    Sejak tahun 70’an, ketika bahasa dan kebudayaan Katalan secara resmi diakui oleh Spanyol, Barcelona telah mendapatkan posisi penting di dunia internasional. Pada tahun 1980 sebuah pemerintahan otonomi dibentuk di Katalonia. Pada tahun 1992, Barcelona menjadi tuan rumah Olimpiade, dan pesonanya, serta keramahan penduduknya yang hampir berjumlah 2 juta jiwa, berhasil merebut perhatian dunia.

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di 100 Kota Besar Bersejarah di Dunia dan tag , . Tandai permalink.