Berlin (Jerman) Didirikan pada tahun 1230

Berlin, bekas ibukota Kerajaan Prusia, menjadi ibukota Kekaisaran Jerman pada masa pembentukannya di tahun 1871. Bahkan sejak saat itu, Berlin telah menjadi kota penting bagi Jerman dalam sejarah politik. Kota ini memperoleh tempat terhormat di dunia Internasional pada masa pemerintahan Frederick William sang Pemilih Agung dan Frederick II yang Agung pada abad ke 17 dan 18, dan memancarkan daya tarik luarbiasa pada abad ke 19, ketika Universitas Humboldt di Berlin Timur menarik minat para pemikir besar seperti Georg Hegel dan mempengaruhi para teoritikus seperti Karl Max. Sebagaimana arsitektur Berlin ditandai dengan gedung-gedung megah dan koleksi seni, demikian pula sejarah Berlin ditandai oleh gerakan-gerakan yang intens dan dilaksanakan sepenuhnya. Dari Revolusi 1848 hingga Perang Dunia I, sampai dengan munculnya kebudayaan yang penuh gairah ditahun 20’an bersama budaya kabaretnya, sifat mistis kota ini telah tergeser dan tenggelam.

Sejak masa partai Nazi mulai berkuasa di tahun 1933 hingga akhir Perang Dunia II, Berlin adalah titik sentral nasionalisme Jerman sebagaimana ditafsirkan secara sepihak oleh Nazi. Pada tahun 1936, Berlin menjadi tuan rumah dari apa yang disebut sebagai “Olimpiade paling spektakuler di dunia”, dengan agenda tersembunyi mempromosikan superioritas bangsa Jerman. Sisi gelap dari Naziisme muncul pada pembantaian keji oleh Nazi terhadap penduduk Yahudi di Jerman, yang akhirnya mengakibatkan jutaan korban tewas. Peristiwa ini dimulai di Berlin pada tahun 1938 dengan sandi Kristallnacht (Malam Kaca Pecah) dimana kuil-kuil, tempat-tempat usaha dan rumah-rumah orang Yahudi dirusak.

Setelah kekalahan Jerman pada tahun 1945, negara Jerman dibagi menjadi empat wilayah pendudukan oleh kekuatan-kekuatan yang memenangkan perang. Kota Berlin dengan luas 341 mil persegi (883 kilometer persegi) yang berlokasi di wilayah Soviet, juga dibagi. Pada tahun 1949, ketiga wilayah barat menjadi Republik Federasi Jerman dengan Bonn sebagai ibukotanya, Wilayah Soviet menjadi Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur), dengan bagian timur Berlin sebagai ibukota. Upaya-upaya warga Berlin Timur untuk melarikan diri dari tirani komunis di Timur memaksa pihak Soviet dan Jerman Timur membangun Tembok Berlin yang dibenci pada tahun 1961. Keruntuhan fisik tembok pada tahun 1989 adalah simbol dari keruntuhan Republik Demokratik Jerman yang komunis itu sendiri.

Pada tahun 1990, Republik Federasi Jerman mengambil alih pengelolaan atas seluruh Jerman dan kota Berlin yang telah bersatu, dengan jumlah penduduk pada saat itu 3,4 juta. Berlin menjadi ibukota bagi Jerman yang telah bersatu kembali, sementara Bonn tetap berfungsi sebagai ibukota administratif.

Tentang maskapache

Terus belajar untuk mencari sebuah kebaikan...
Pos ini dipublikasikan di 100 Kota Besar Bersejarah di Dunia dan tag . Tandai permalink.